diposkan pada : 28-09-2025 12:25:12

Dilihat : 23 kali

Permodalan dan Digitalisasi Masih Jadi Kendala UMKM di Sulsel

Banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih kesulitan mengembangkan usaha. Dua masalah utama yang paling sering mereka hadapi adalah sulitnya mendapatkan modal usaha dan belum maksimalnya pemanfaatan teknologi digital.

Plt Kepala Bidang Pengembangan Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Andi Erni, menjelaskan bahwa meski UMKM punya potensi besar, masih ada berbagai tantangan seperti keterbatasan akses permodalan, pemasaran yang sempit, sumber daya manusia, hingga kualitas produk. Banyak pelaku UMKM juga belum terbiasa menggunakan sistem digital sehingga jangkauan pasar jadi terbatas.

“Semua harus melek digital agar bisa naik kelas,” kata Andi Erni saat acara Media Gathering Amartha di Hotel The Rinra, Makassar (16/9/2025).

Pemerintah Provinsi Sulsel sendiri sudah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp10,4 triliun hingga Agustus 2025 kepada lebih dari 181 ribu pelaku UMKM, khususnya di sektor produksi, pertanian, dan perdagangan. Pemprov juga memfasilitasi sertifikasi halal, pendaftaran HAKI, bantuan hukum, serta pelatihan manajemen usaha dan digitalisasi.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Aswin Gantina, menambahkan bahwa pertumbuhan UMKM bisa membantu menjaga stabilitas ekonomi. Ia mendorong UMKM memanfaatkan teknologi digital, termasuk pencatatan keuangan, karena hal ini mempermudah mereka memperoleh pembiayaan.

Di sisi lain, Amartha melalui aplikasinya AmarthaFin terus mendorong digitalisasi UMKM terutama di desa. Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa melakukan transaksi pembayaran digital, investasi mikro, penjualan PPOB, hingga mengakses modal usaha dalam satu platform.

Sejak 2019, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp1 triliun modal kerja di Sulawesi dan mendukung sekitar 700 ribu perempuan pelaku UMKM. Perusahaan ini juga menurunkan lebih dari 1.300 tenaga lapangan untuk memberikan edukasi literasi keuangan dan digital kepada mitra UMKM binaan.

Vice President Public Relations Amartha, Harumi Supit, mengatakan potensi ekonomi daerah dan masyarakat desa sebenarnya sangat besar. Melalui AmarthaFin, mereka menghadirkan layanan keuangan digital yang praktis dan aman, sekaligus mendampingi UMKM agar lebih maju.

(Tulisan ini dirangkum/ditulis ulang dari artikel Tribun-Timur.com “Permodalan dan Digitalisasi Masih Jadi Tantangan UMKM di Sulsel” tanggal 16 September 2025)

Artikel ini di posting makassarlink.com. Bila Anda sebagai pemilik UMKM di Makassar, dan usaha Anda ingin di posting makassarlink, silahkan klik di sini untuk mendaftar GRATIS!